Membayar


Share on Facebook
Share on LinkedIn
Bookmark this on Google Bookmarks
Share on StumbleUpon

Ketika berbincang – bincang dengan salah satu pengusaha es krim internasional yang sedang berkunjung ke Indonesia, saya mendapati fakta menarik bahwa untuk menciptakan satu flavor baru ke dalam menu mereka, dibutuhkan waktu 2 tahun penelitian untuk menentukan bahan apa yang bisa menghasilkan rasa paling pas. Misalnya saja es krim rasa mangga, ternyata hanya mangga “King Alfonso” dari India yang bisa digunakan untuk menghasilkan rasa yang pas. Bayangkan, risetnya saja butuh 2 tahun hanya untuk menambah satu varian rasa di menu mereka! Demikian juga pada saat mengintip ke belakang panggung di sebuah pagelaran busana brand terkemuka untuk peluncuran koleksi terbarunya, para model yang cantik dan langsing itu mesti bersiap–siap memoles tubuh dan tata rias mereka hanya untuk muncul tidak lebih dari 60 menit di panggung! Belum lagi para penata lampu, fitting, hingga PR yang bekerja sejak setahun sebelumnya hanya demi tepuk tangan selama 5 menit di akhir acara. Berhari–hari kelelahan dan kurang tidur, usaha keras mereka sungguh luar biasa! Tapi itulah harga yang harus dibayar untuk sebuah kesuksesan. Apakah itu untuk meluncurkan saru tambahan rasa, atau mendapatkan tepukan tangan dari penonton, atau menulis buku bestseller, ada harga yang harus dibayar. Ada kerja keras yang harus dilakukan. Dan semua itu tidak terhindarkan. Dan seluruh kerja keras ini idak terlihat, tersimpan rapi di balik dinding terkadang tanpa ada seorang pun menyadarinya.

Yang diterima customer hanyalah sekarang tersedia es krim rasa mangga yang enak. Soal riset dan bahan yang cocok, tidak peduli! Yang terlihat adalah semua model terlihat cantik, baju yang diperagakan tampak anggun dan glammor. Soal apakah desainernya pusing atau penjahitnya belum tidur sebulan, bukan urusan customer! Dan memang selalu demikian yang terjadi di dunia manapun.

Apakah anda memutuskan untuk mau ’membayar’ harga tadi hingga tuntas, atau memilih menghindar, pilihan ada di tangan anda. Tapi jangan lupa, customer yang menilai anda. Jika kemudian bisnis anda sukses dan melaju kencang, berarti anda telah membayar harga yang pantas. Jika ternyata bisnis anda kurang sukses, mungkin anda tidak membayar harga yang sesuai; atau yang lebih parah lagi – melempar tanggung jawab untuk ’membayar’ harga kesuksesan itu pada orang lain, sehingga orang lainlah yang lebih sukses daripada anda. Tentu anda semua ingin sukses dalam apapun yang anda kerjakan saat ini. Tapi bersediakah anda membayar harga kesuksesan itu sendiri?

Tanadi Santoso, 25 July 2009

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *