10 Dosa Mematikan dari Pikiran Negatif (bag. 1)


Share on Facebook
Share on LinkedIn
Bookmark this on Google Bookmarks
Share on StumbleUpon

1. Saya akan berbahagia saat saya memiliki _____

Masalah:

Jika kamu berpikir kamu tidak dapat bahagia sampai kamu meraih titik tertentu atau sampai kamu mencapai penghasilan tertentu atau sampai kamu mendapatkan rumah bagus atau komputer atau mobil maka kamu tidak akan pernah berbahagia. Semua target tersebut justru tidak akan tercapai. Sekali kita meraih target tersebut kita tidak akan puas, kita akan menginginkan yang lebih lagi.

Solusi:

Belajar untuk berbahagia dengan apa yang kamu miliki, di mana kamu berada dan siapa kamu, mulailah saat ini juga. Kebahagiaan tidak harus memiliki beberapa barang yang kita inginkan, bahkan itu dapat kita temukan saat ini. Belajar menghitung berkat yang kamu terima dan lihat yang positif dari situasimu. Ini mungkin terdengar sederhana tetapi ini dapat diterapkan.

2. Saya harap saya seperti seorang ____ (selebriti, teman atau orang lain)

Masalah:

Kita tidak akan mempunyai kecantikan, talenta, kekayaan, penampilan menarik seperti orang lain. Akan selalu ada orang yang lebih baik jika kita melihat terus. Bagaimana pun juga, jika kita membandingkan diri sendiri terhadap orang lain dengan cara seperti ini maka kita akan selalu lebih rendah, selalu gagal dan selalu berasa lebih buruk mengenai diri sendiri. Tidak ada cara untuk berbahagia.

Solusi:

Berhenti membandingkan diri sendiri dengan orang lain dan lihatlah ke dalam diri sendiri, apa kekuatanmu, keahlianmu, kesuksesanmu bagaimanapun kecilnya itu. Apa yang kamu cintai mengenai diri sendiri? Belajar mencintai diri sendiri, sekarang juga, bukan siapa yang kamu harapkan nantinya mengenai siapa kamu. Adalah bagus buat setiap kita jika kita mencintai diri sendiri, dan indahnya semangat kemanusiaan di diri setiap orang.

3. Melihat seseorang sukses dan membuat kita cemburu dan marah.

Masalah:

Pertama, asumsi ini memandang bahwa hanya ada sedikit orang yang dapat sukses di dunia. Kenyataannya, sangat banyak orang dapat sukses dengan berbagai caranya masing-masing.

Solusi:

Belajar menghargai kesuksesan orang lain dan belajarlah dari kesuksesan itu, berbahagialah untuk mereka. Berempati dengan mereka dan mengertilah bahwa itu seharusnya menjadi milik mereka. Kemudian berbaliklah dari mereka dan lihat diri sendiri. Kamu pun bisa sukses, bagaimana pun juga kamu memilih yang kamu lakukan. Dan lebih lagi, kamu sebenarnya sudah sukses. Jangan melihat ke atas saat berada ditengah-tengah kelompok sosial tetapi perhatikan juga ke bawah. Selalu ada jutaan orang yang lebih tidak beruntung dari kamu. Orang yang bahkan tidak dapat membaca artikel ini atau menguasai komputer, jelas tidak beruntung. Dalam hal ini kamu berada dalam kesuksesan besar.

4. Saya berada dalam kegagalan yang menyedihkan. Saya tidak dapat melakukan sesuatu dengan benar.

Masalah:

Setiap orang adalah kegagalan, jika kamu melihat itu sebagai jalan yang pasti. Setiap orang pernah gagal, beberapa kali, dalam berbagai hal. Saya pernah gagal juga, saya tidak dapat menghitung berapa kali. Dan saya tetap akan gagal, setiap harinya. Bagaimanapun, perhatikan kegagalanmu sebagai kegagalan jika membuat dirimu merasa buruk terhadap terhadap diri sendiri. Dengan cara berpikir seperti ini, kita akan memiliki gambaran diri negatif dan tidak akan bergerak dari situ.

Solusi:

Perhatikan kesuksesmu dan abaikan kegagalanmu. Lihat kembali kehidupanmu, bulan lalu atau tahun lalu atau 5 tahun lalu. Berusaha mengingat kesuksesanmu. Jika kamu kesulitan mengingatnya, mulailah mendokumentasikannya. Buatlah sebuah catatan sukses, baik itu di buku catatan ataupun di internet. dokumentasi kesuksesanmu setiap hari atau setiap minggu. Saat kamu melihat kebelakang akan apa yang sudah kamu raih selama setahun, kamu akan kagum. Ini adalah sebuah perasaan positif yang menakjudkan.

5. Saya akan dikalahkan olehnya nanti. Saya lebih baik dari dia dan tidak akan saya menolongnya untuk sukses. Dia nanti akan memakan saya.

Masalah:

Kompetisi diasumsikan bahwa ada sejumlah kecil emas yang harus dimiliki dan saya harus meraihnya sebelum dia. Itu akan membuat kita rakus, menikam dari belakang, menyakiti orang lain. Kita akan berusaha mencengkram jalan kita dari orang lain untuk meraih sukses, karena perasaan kompetitif kita. Bagaimanapun, siapa yang mengatakan bahwa pelanggan saya tidak dapat menjadi pelangganmu? Orang dapat mencari informasi dan berpindah tempat sesuka hati.

Solusi:

Belajar melihat kesuksesan sebagai sesuatu yang harus dibagi, dan belajar bahwa jika kita saling menolong kita akan mendapat kesempatan yang lebih baik untuk sukses. Dua orang bekerja bersama untuk mencapai tujuan lebih baik daripada dua orang yang bersaing untuk meraih tujuan tersebut. Lebih dari cukup kesuksesan yang tersedia untuk dicari. Belajar untuk berpikir dalam bagian kelimpahan daripada kekurangan.

Tinggalkan komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *